Kamis, 22 Desember 2011

STRATEGI PENETAPAN HARGA

STRATEGI PENETAPAN HARGA
Pengertian Harga
Apa sih Harga Itu ?
Mungkin Kita sering sekali mendengar kata-kata mengenai harga. Tapi, Pengertian dari harga itu sendiri ga tau. So, masa Cuma ditanya apa sih harga itu..? Ga bisa jawab. Yuk intip materi mengenai Strategi Penetapan Harga.

Nah,Harga itu Adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi konsumen maupun produsen) yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, rupee dan satuan-satuan moneter lainnya)

Harga Terbentuk dari kompetensi produk untuk memenuhi tujuan dua pihak yaitu Produsen dan konsumen. Produsen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat keuntungan diatas biaya produksinya ( atau tujuan-tujuan yang lain, misalnya keuntungan). Konsumen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat atas pemenuhan kebutuhannya dan keinginannya ( misalnya hemat, prestis, syarat pembayaran)

Konsep Pembentukan Harga



 Faktor Penentu Harga

Penentuan harga dipengaruhi oleh faktor Internal dan Eksternal :

Faktor Internal meliputi :
1.Tujuan Pemasaran (biaya, pengasaan pasar, dan usaha)
2.Strategi marketing Mix ( aspek harga dan non harga)
3.Organisasi ( struktur, skala, dan tipe).

Faktor Eksternal :
1.Elstisitas permintaan dan kondisi persaingan pasar
2.Harga persaingan dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga
3.Lingkungan eksternal yang lain, lingkungan mikro (pemasok, penyalur, asosiasi, dan masyarakat) maupun lingkungan makro (pemerintah, cadangan, sumberdaya, keadaan, sosial dsb).

 
LINGKUNGAN INTERNAL
 

LINGKUNGAN EKSTERNAL

 Batas Penentu Harga
 
 

Proses Penetapan Harga

Penentuan harga perlu melalui prosedur beberapa langkah yaitu :


1.       Memilih tujuan dan orientasi
2.       Memperkirakan permintaan produk dan perilakunya
3.       Memperkirakan biaya dan perilakunya
4.       Melakukan analisi perilaku pesaing

5.       Menentukan strategi harga
6.       Menyesuaikan harga akhir




Proses Penetapan Harga

Penentuan harga perlu melalui prosedur beberapa langkah yaitu :

Penentuan harga dasar dan laba yang diharapkan

Penentuan harga pasar harus mempertimbangkan persaingan lokal. Banyak usaha pemasaran global mengalami kegagalan. Selain itu, tingkat penghasilan lokal sangat menentukan keputusan penetapan harga, khususnya untuk produk konsumen. Bila produk dibebani harga jauh diatas biaya manufaktur penuh, maka pemasar global akan mempunyai kebebasan untuk menentukan harga yang lebih rendah dari tingkat yang paling lazim di pasar  Negara berpenghasilan rendah, danll akibatnya, mengurangi laba kotor produk tersebut. Tidak ada satupun manajer suka menurunkan marjin, namun marjin itu sendiri harus dianggap sebagai pedoman untuk mencapai tujuan akhir, yaitu profitabilitas. Di beberapa pasar, kondisi penghasilan mungkin menentukan kemampuan maksimum menghasilkan laba yang akan dicapai dengan mengorbankan marjin normal.

Faktor  lainnya yang mempengaruhi keputusan harga adalah strategi dan bauran pemasaran lokal. Harga harus selaras dengan unsur program pemasaran yang lain. Sebagai contoh, kalau diputuskan untuk menerapkan pull strategy yang menggunakan iklan di media massa dan distribusi intensif, maka harga yang dipilih harus konsisten tidak hanya dengan tingkat penghasilan dan persaingan, tetapi juga dengan biaya dan program iklan yang intensif.

Pendekatan geosentris mengakui bahwa koordinasi harga oleh kantor pusat diperlukan untuk menangani para pelanggan internasional dan arbitrase produk. Akhirnya, pendekatan geosentris secara sadar dan sistematik berusaha memastikan bahwa pengalaman penetapan harga nasional yang sudah terakumulasi akan diperkaya dan diterapkan apabila relevan.

Dumping merupakan praktik diskriminasi harga yang menjual produk impor dengan harga yang lebih murah daripada harga untuk produk yang sama di negara asal. Selain itu, praktik diskriminasi harga yang menjual produk impor dengan harga yang lebih rendah daripada biaya produksinya juga dikategorikan sebagai dumping. Berbagai negara telah memiliki kebijakan dan prosedur masing-masing untuk memiliki kebijakan dan prosedur masing-masing untuk melindungi perusahaan nasionalnya dari praktik dumping.
Secara garis besar, dumping bisa dikelompokkan menjadi tiga macam :
1)      Dumping sporadic, yaitu dumping yang dilakukan secara temporer dengan tujuan utama mengatasi masalah kelebihan kapasitas. Kelebihan kapasitas dipasarkan keluar negeri dengan harga berapa pun yang penting dapat terjual. Dengan demikian, perusahaan bisa mendapatkan pemasukan dan terhindar dari perang harga di pasar nasionalnya.
2)      Dumping predatoris, yaitu praktik dumping dengan menjual produk secara merugi dengan tujuan mendapatkan akses ke suatu pasar dan menyingkirkan para pesaing. Begitu pesaing mulai berguguran dan menyingkirkan para pesaing. Begitu pesaing mulai berguguran dan posisi perusahaan cukup kuat, barulah harga dinaikkan.
3)      Dumping persisten, yaitu jenis dumping yang paling permanen, dimana perusahaan secara konsisten menjual produknya dengan harga lebih rendah di satu pasar dibandingkan di pasar-pasar lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan penerapan metode penetapan harga incremental atau marginal untuk pasar luar negeri dan metode penetapan harga penuh untuk pasar dalam negeri harus berkorban dengan membayar harga yang lebih mahal daripada konsumen di negara lain.

Penetapan Harga Dasar Dalam Kondisi Yang Tidak Pasti
Adapun faktor situasional yang dianalisa dalam model penetapan harga ini adalah:

Strategi Perusahaan dan Strategi Pemasaran
Pertanyaan yang mendasar dari strategi perusahaan adalah : " Bagaimana kita akan bersaing dalam industri ini?" Jadi strategi perusahaan terutama memperhatikan pendistribusian sumber daya yang ada pada daerah-daerah fungsional dan pasar produk dalam upaya untuk memperoleh sustainable advantage terhadap kompetitornya. Porter (1980) mengemukakan tiga strategi generik, yaitu diferensiasi, fokus, dan kepemimpinan harga. Strategi pemasaran, yang termasuk dalam strategi fungsional, umumnya lebih terinci dan mempunyai jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan strategi perusahaan. Tujuan pengembangan strategi fungsional adalah untuk mengkomunikasi tujuan jangka pendek, menentukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan jangka pendek, dan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. Strategi fungsional perlu dikoordinasikan satu sama lain untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan dalam organisasi.
           
 
REFERENSI :
Buku Dasar Pemasaran “Seri Diktat Kuliah” Universitas Gunadarma
idaastrida92.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar